Enam puluh tahun lalu, para dewa memberikan anugerah yang terbagi menjadi empat kategori, termasuk keberuntungan dan kegilaan. Dalam episode ini, seorang pria menceritakan pencariannya selama tiga tahun mencari adiknya yang hilang saat hari kebangkitannya, ketika seharusnya dia menerima anugerah dewa. Saat muncul harapan mendapatkan petunjuk, pria itu malah dipenggal. Sementara itu, kasus pembunuhan berantai kembali terjadi, terkait dengan meningkatnya orang-orang yang gila dan memuja dewa jahat sejak anugerah para dewa turun, menciptakan suasana penuh ancaman yang belum terpecahkan.
Toni Juvanto, pria yang sial, tiba-tiba terpisah kepala dan tubuhnya saat sistem dari dewa timur memilihnya menjadi terpilih dengan level Leya SSS. Di tengah kebingungan, ia menghadapi situasi tegang saat pelayan menyiapkan makanan untuk seseorang yang memesan, namun membuat Toni menyadari ada pembunuh berantai buronan di dekatnya. Sosok misterius yang berbahaya muncul tepat ketika Toni sedang mengalami kegagalan dan transisi menjadi terpilih, menimbulkan ancaman langsung yang belum selesai, membuka jalan bagi konflik berikutnya.
Seorang pria yang kehilangan kepalanya menghadapi tuduhan membunuh orang tak bersalah dan penolakan menyerahkan status anugerahnya. Meskipun musuh mengklaim telah mengumpulkan semua arwah dan menyelesaikan formasi perampasan, pria itu ternyata belum mati dan kemampuannya sebagai Ksatria Tanpa Kepala bangkit. Saat terluka parah, kekuatan dewa aktif otomatis, membuatnya semakin kuat. Pertarungan berlanjut dengan keputusan salah musuh yang melukai pria itu secara fatal, meninggalkan situasi yang belum selesai dan menegaskan bahwa harapan pria itu belum padam.
Episode ini dibuka dengan Yaya mengetahui bahwa Merisa Hartono, penyihir tingkat E dan buronan, telah dibunuh oleh seorang kurir makanan yang secara mengejutkan memiliki kemampuan menyerap kekuatan dewa dari korbannya. Yaya yang hampir kehabisan tenaga dibantu oleh kurir makanan tersebut, yang menolak mengungkap identitasnya dan terlalu santai meski baru saja membunuh penyihir. Ketegangan muncul saat Yaya mempertanyakan kejadian itu, sementara kurir makanan itu segera pergi meninggalkan situasi yang membingungkan. Akhirnya, Yaya menyadari bahwa kematian Merisa bukanlah tindakannya, dan kebenaran soal kekuatan dan motif kurir makanan ini masih menjadi misteri yang belum terungkap.
Shirly merayakan ulang tahunnya dan menunjukkan pangkat dewa yang baru didapat dari sembilan santa misterius, yang membuat saudaranya khawatir karena kekuatan ini bisa membawa masalah. Saat mereka berbincang, tiba-tiba terjadi mati lampu dan Shirly diserang, memicu teriakan minta tolong. Saudaranya bertekad menemukan Shirly meski harus menjelajahi dunia. Di tengah malam, seseorang bernama Toni muncul memperingatkan Shirly tentang bahaya yang mengintainya dan menyuruhnya menjaga diri dengan tidak membuka pintu, memaksa Shirly menghadapi ancaman tersembunyi yang belum terungkap.
Liona datang secara tiba-tiba untuk mengucapkan ulang tahun kepada Toni dan memberitahunya agar bekerja di kantor ibunya, namun Toni menolak dengan halus. Mereka tampak akrab saat berbagi kue ulang tahun, tetapi ketegangan muncul saat seseorang mencoba masuk tanpa izin. Toni memerintahkan agar pintu tidak dibuka, lalu menanyakan identitas tamu misterius yang ternyata bukan kurir. Situasi ini menimbulkan kejanggalan dan ketegangan baru yang belum terungkap, meninggalkan Toni dan Liona dalam tanda tanya terhadap sosok tak dikenal tersebut.
Dalam episode ini, Toni diculik dan dipaksa untuk melepas seseorang yang disekap, sementara Shirly memohon bantuan adiknya untuk menyelamatkan Toni. Penculik mengancam akan membunuh Toni jika Shirly mendekat. Di sisi lain, bos penculik menerima laporan bahwa target utama dan pacarnya sudah tertangkap, namun menyadari bahwa pacarnya adalah putri seorang presiden direktur agensi pahlawan ternama, sehingga menyulitkan rencana mereka. Bos memerintahkan untuk menyelesaikan misi dengan cepat namun hati-hati, sambil berencana melarikan diri dua tahun setelahnya. Episodenya berakhir dengan kesadaran bahwa mereka hampir terlambat menghentikan misi ini.
Dua orang diculik dan diancam oleh sekelompok pelaku yang ingin membunuh mereka malam itu. Salah satu korban, Toni, mengungkapkan perasaannya kepada temannya, yang juga membalasnya, namun menolak untuk bekerja di perusahaan ibu Toni karena ingin mencari Shirly terlebih dahulu. Pelaku menolak membebaskan mereka, meski korban perempuan sudah terlihat wajahnya, yang membuat pelaku ragu. Mereka akhirnya dilepaskan atas permintaan seseorang, tapi teman Toni yang lain tetap dalam bahaya, meninggalkan ketegangan tentang nasibnya di akhir episode.
Toni dan seorang wanita terjebak dalam kejaran musuh yang telah membuka kemampuan pangkat dewa tahap ketiga, membentuk ilusi tubuh dewa yang kuat. Meskipun wanita tersebut belum memiliki pangkat dewa, dia menunjukkan tekad melindungi Toni karena latar belakang keturunan pahlawan. Toni mendesak agar wanita itu melarikan diri dan mencari bantuan para pahlawan sambil mengungkap bahwa dirinya juga sudah membangkitkan pangkat dewa. Episode berakhir dengan ancaman nyata dari musuh yang semakin dekat, menghadirkan ketegangan saat Toni bersiap menghadapi konfrontasi berikutnya.
Di episode terakhir, seorang tokoh utama kembali ke kota untuk menutup bab lama. Rahasia masa lalu muncul kembali. Ia harus memilih antara mengungkap kebenaran atau melindungi orang yang dicintai. Ketegangan meningkat saat rekonsiliasi dan pengkhianatan terjalin. Di puncak, fakta yang mengubah segalanya terungkap, memaksa keputusan akhir. Ending menggantung namun memuaskan, menyorot konsekuensi pilihan dan harapan yang tersisa. Penonton dibuat bertanya-tanya tentang harga kebenaran.