Yunisa terpaksa memilih tunangan dari empat pria karena aturan keluarga Govan yang mewajibkan pewaris menikah untuk meneruskan bisnis. Dia kembali ke masa saat menentukan pilihan, mengingat kakek yang membawa empat anak panti pulang. Di ulang tahunnya yang ke-18 Yunisa memilih Morgan dan menikah; kemudian diberi tahu Morgan tewas, membuatnya janda. Suatu hari ia melihat Morgan hidup bersama pembantunya, Wendi, dan menuduhnya pura-pura mati. Morgan mengakui tak pernah mencintainya dan hanya mau bersama Wendi; perdebatan terhenti oleh kebakaran. Meski kakek menetapkan Morgan, Yunisa menolak dan memilih dia, meninggalkan keputusan menggantung.
Yunisa mengejutkan keluarganya dengan memilih Candra sebagai tunangan, meski anggota keluarga menilai Candra 'paling nggak bisa diandalkan' karena kebiasaan masa lalu. Kakek membela Candra, menceritakan bagaimana ia pergi dari Kota Jabar, merintis dari nol, mendirikan perusahaan teknologi terbesar dan menjadi orang terkaya. Yunisa mengatakan ia akan lulus, mengelola perusahaan, dan memilih pasangan yang bisa mendukungnya; ia minta kakek merahasiakan pilihan selama tujuh hari hingga pengumuman tunangan di acara nanti. Di luar, banyak yang menebak Morgan, namun Morgan bilang ia menyukai orang lain dan minta dilepaskan, sehingga rahasia tujuh hari memicu spekulasi menjelang pengumuman.
Di sebuah pertemuan keluarga, Morgan menolak tuntutan Keluarga Govan untuk menerima Nona Yunisa dan menegaskan dia telah menjatuhkan hati pada Wendi, siap berkonflik demi cintanya. Yunisa membalas dengan ancaman: ia mengingat penderitaan masa lalu dan bersumpah membuat Morgan menanggung derita beberapa hari, mengumumkan tunangannya dalam tujuh hari. Keluarga Govan menekan Morgan agar meminta maaf dan mengembalikan uang yang telah dikeluarkan atau berhadapan di pengadilan; seorang perantara minta maaf, menyebut Morgan anak angkat dan miskin. Pertemuan memanas dan berakhir saat nama Wendi dipanggil keras, meninggalkan keputusan Morgan belum terselesaikan.
Yunisa menghadapi krisis rumah tangga ketika Morgan menegaskan bahwa dalam tujuh hari mereka akan bertunangan dan memintanya berhenti mengganggu Wendi. Di tengah persiapan acara, Candra diminta hadir meski dia bersikeras bukan tunangan dan menyorot soal amplop uang. Selly diperintahkan membuang barang-barang Morgan, namun Yunisa menolak; dia merebut kembali pipanya, peninggalan ibunya, setelah staf mengatakan pipa itu dipakai Wendi. Sikap Yunisa berubah dari penurut jadi tegas, dan dengan pertunangan tujuh hari lagi keputusan ini meninggalkan ketidakpastian besar tentang siapa yang akan bertahan serta bagaimana Morgan bereaksi.
Dengan tujuh hari menuju pertunangan Morgan dengan Nona Yunisa, Morgan mengaku kepada Wendi bahwa ia masih mencintainya dan punya rencana kabur bersama, sementara Wendi menolak ide ekstrem seperti pura-pura mati. Morgan menjelaskan ia jatuh cinta sejak pertama kali mendengar permainan pipa di pesta sambutan dan meminta kesempatan mengenal Wendi, namun terungkap bahwa Wendi tidak bisa bermain pipa dan bahwa kekaguman Morgan mungkin karena ia keliru mengenali orang. Ketegangan meningkat saat Morgan mendesak rencananya; panggilan tiba-tiba "Nona Yunisa!" memotong pembicaraan, meninggalkan rencana kabur itu dan salah identitas belum terselesaikan.
Nona Yunisa datang menuntut pipa dan obat miliknya yang disentuh orang lain; konfrontasi terjadi antara Yunisa, Wendi, dan Morgan. Morgan memperkenalkan anjing peliharaannya, Monika, namun Yunisa alergi dan ditertawakan karena merangkak bermain. Ketegangan memuncak saat Yunisa memeras: obat akan dikembalikan hanya jika tujuh hari kemudian dia tidak memilih Morgan pada acara tunangannya. Dorongan fisik dan teriakan meledak, Wendi marah karena janji pernikahan terancam dan ada ancaman balasan jika sesuatu terjadi pada Wendi. Pilihan soal tunangan dan konsekuensinya menggantung menjelang tujuh hari.
Di rumah sakit, Nona terbangun setelah dibawa Tuan Candra yang memberinya obat asma. Konflik muncul ketika Wendi, pembantu, kritis akibat pendarahan setelah jatuh dari tangga; Tuan Morgan memaksa pengambilan 1.000 ml darah Nona agar Wendi bisa diselamatkan. Orang-orang memuji Candra dan mengecam Wendi, sementara Nona merasa tak pantas dan terguncang karena dipaksa menyerahkan darahnya. Eskalasi berujung pada penolakan Nona terhadap status tunangan meski pernikahan disebut akan berlangsung dalam tujuh hari, meninggalkan konsekuensi medis dan keputusan hubungan yang belum terselesaikan.
Episode dimulai dengan Wendi kritis setelah transfusi gagal; rumah sakit tak menemukan donor jantung yang cocok. Tuan Morgan, yang sebelumnya dituduh mengambil banyak darah Nona Yunisa, datang minta maaf dan memohon agar Yunisa menyerahkan satu-satunya jantung buatan warisan ayahnya untuk menyelamatkan Wendi. Keluarga Govan keberatan karena jantung itu hanya satu dan untuk keselamatan Yunisa, sementara beberapa mengejek Wendi. Morgan menukar bantuan itu dengan tiga syarat, sujud selama tiga hari, tak menyesal atas tunangan, dan hadir pada acara tunangan dalam tujuh hari, dan Yunisa menerima. Keputusan itu menempatkan nyawa Wendi dan masa depan Yunisa dalam pertaruhan langsung.
Di rumah sakit, Wendi diberitahu operasi cangkok jantung akan dilakukan dalam dua hari dan harus beristirahat lebih lama, menetapkan urgensi kesehatannya. Sementara itu Yunisa sibuk mempersiapkan pernikahan: meminta Morgan mengenakan baju pengantin dan memesan huruf "C" di kancing jas pengantin pria. Candra tidak datang dan keberadaannya misterius; beberapa orang menganggap huruf itu untuk Candra, bukan Morgan. Ketegangan naik saat seseorang mengancam bahwa jika Yunisa terluka hari itu dia tidak bisa menikah dengan Morgan. Episode ditutup dengan peringatan mendadak, "Hati-hati!", menandakan ancaman nyata yang belum terselesaikan.
Di tengah persiapan pengumuman tunangan, Yunisa tiba-tiba merasakan sakit di dada, membuat Morgan panik dan menawarkan membawa ke rumah sakit. Di lain tempat Selly menemukan giok berharga sebagai hadiah pernikahan; Yunisa menjelaskan ia menerima lebih awal karena besok tak bisa datang dan mendesak semua hadir untuk melihat pernikahannya. Desas-desus menyebut Morgan sebagai tunangan dan calon pewaris, namun Morgan menolak menikah demi harta dan tegas berkata bahwa yang ia cintai hanya Wendi. Saat Direktur Harvi Govan dan Yunisa tiba untuk pengumuman, ancaman "merebut pengantin" dan pengakuan Morgan tetap menggantung.