Jesika, ketua blok di asrama wanita yang biasanya dingin dan berstatus senior, menghadapi tekanan saat pasokan makanannya hampir habis di tengah situasi kiamat. Seseorang datang menawarkan makanan dan minuman dengan syarat loyalitas sebagai barter. Meski merasa terhina, Jesika akhirnya menerima transaksi demi bertahan hidup. Sementara itu, aktivitas pengawasan dan pengikatan loyalitas terhadap Jesika terus berjalan, menunjukkan bahwa dia telah melewati empat dari lima tahap loyalitas yang diperlukan, menandakan ancaman yang semakin dekat dan konflik yang belum selesai.