Nita dikepung saat seorang pria yang mengaku 'putra bos pabrik' menuntut pengembalian kupon dan uang dari keluarganya, mengancam perusakan rumah tangga. Ia membantah klaim itu, menuduhnya buruh yang menipu, lalu memperingatkan bahwa suaminya adalah Ketua Militer dan akan melaporkan pelanggaran. Ketegangan berlanjut sampai Nita mengungkapkan ia hamil — "buah cinta dengan Alif" — dan menolak aborsi. Pengakuan itu mengubah sikap keluarga; mereka menerimanya dan berterima kasih. Namun pria itu menuduh trik dan ada momen canggung ketika seseorang nyaris mencium Nita, meninggalkan konflik dan konsekuensi yang belum terselesaikan.