Pak Kento menghadirkan hidangan legendaris istana yang sudah lama hilang di restoran Yusan, memicu keraguan dan kemarahan di antara para juri dan pesaing. Mereka menuduhnya hanya menyajikan bubur biasa untuk mempermainkan mereka, bahkan menyerukan agar juri menyerah dibanding mencemari lidah. Pak Kento dengan tegas menantang tudingan tersebut dan meminta para juri mencicipi masakannya. Ketegangan memuncak saat mereka harus memutuskan apakah makanan itu benar-benar hanya bubur biasa, yang bisa membuat Restoran Haris harus memberi penjelasan. Konfrontasi ini meninggalkan pertanyaan besar tentang keaslian hidangan dan nasib restoran di kompetisi.