Wanti terluka parah akibat kecelakaan dan dirawat di rumah sakit dengan gejala gegar otak berat. Kak Nova dan orang di sekitarnya memperlihatkan sikap dingin dan skeptis terhadap kondisi Wanti, menganggapnya sekretaris yang mudah diganti. Nathan, yang ternyata adalah bos Wanti, merawatnya dengan penuh perhatian walau hubungan mereka rumit akibat gosip dan rasa sakit masa lalu. Meskipun Wanti tetap tegar dan menolak diperlakukan seperti anak kecil, dia mulai melepas keraguan dan mengharapkan perubahan dari Nathan. Dua hari masa perawatan tersisa, sementara Wanti menantikan sesuatu yang lebih dari bosnya yang selama ini menjauh.