Pangeran Jivan menghadapi Binatang Penelan Langit, makhluk purba yang menjadi budak. Jivan mengaktifkan Cakra Naga Sejati dan berhasil mengalahkannya, lalu mengurung makhluk itu dalam segel meski mendapat ancaman balas dendam. Kemenangannya dipuji oleh orang-orang, termasuk seorang yang disebut sebagai kakaknya. Namun, dalam perjamuan kemenangan, Jivan diracun oleh orang-orang di sekitarnya. Dia kemudian dituduh bersekongkol dengan musuh dan berniat memberontak. Tuduhan itu disertai tuntutan hukuman cabut tulang, mengancam nasib sang pangeran yang baru saja menang.