Di sebuah reuni kantor, Wanda menghadirkan Cakra, partner perusahaan, dan menekan Yahya untuk memberi penghargaan padanya. Yahya, lelah dan ingin pulang, dipaksa ikut pesta oleh tamu yang diundang Wanda. Saat minum bersama, teman-teman lama mengungkit masa lalu Yahya: ia dituduh plagiarisme waktu kuliah, dan ejekan berubah jadi konfrontasi terbuka. Pembelaan gagal meredakan suasana; hukuman minum diumumkan—telat minum tiga gelas, sedangkan penjahat harus minum sembilan gelas—meninggalkan Yahya terpojok dan nasibnya harus menanggung hukuman itu belum terjawab. Keributan itu meninggalkan ketidakpastian apakah ia akan menerima hukuman di depan semua orang.