Dea menerima kabar tragis bahwa putrinya, Nana, telah meninggal dunia akibat terlambat diselamatkan setelah kecelakaan. Dalam kepanikan dan kesedihannya, Dea menuduh seseorang bertanggung jawab atas kematian Nana, memicu konfrontasi yang intens. Seseorang mencoba menenangkannya dan memohon agar Dea tidak membuat keributan, mengingat kondisi Yany yang juga mengalami kecelakaan. Namun, Dea tetap marah dan menyalahkan pihak lain, bahkan menyebut bahwa ia bisa merawat Nana jika Dea sendiri tidak mampu, hingga diprotes keras atas tuduhan tersebut. Ketegangan memuncak saat Dea menolak menerima kenyataan, dan keberadaan Nana yang sudah meninggal menjadi fakta yang sulit dihindari, menutup episode dengan duka yang belum selesai.