Di depan kerumunan, Bu Sinta memukul seorang gadis dan mengancam akan menyingkirkan keluarganya, memicu protes dari anak dan warga. Ketegangan naik saat Bu Sinta mengaku sengaja memukul, menuduh gadis itu 'perusak hubungan' dan merendahkan anaknya sebagai 'anak haram'. Seorang wanita membela anak itu, membantah tuduhan dan menyatakan 'Suamiku Riko, komandan di sini' sebagai pengakuan status suami. Bu Sinta meremehkan klaim itu; balasan tajam 'Aku mertuanya Riko!' mengubah dinamika kekuasaan. Episode berakhir dengan ancaman Bu Sinta dan klaim status yang menempatkan nasib mereka menunggu reaksi otoritas.