Di depan markas, seorang wanita datang dengan anak yang terluka, memohon pertolongan sambil menuduh suaminya Riko; warga dan Pak Johan menuduhnya mencari masalah karena Riko sudah beristri (Fania) dan tak pulang selama tujuh tahun. Pak Johan memerintahkan pengawal mengusirnya dan mengantar anak ke rumah sakit, sementara massa mengancam akan memukuli wanita itu. Ia menolak pergi karena "Steven masih di dalam." Saat ketegangan memuncak, namanya Hendra Citro disebut, dan wanita itu mengakui, "Aku putrinya Pak Hendra." Pengakuan itu mengguncang kerumunan dan meninggalkan nasibnya serta anaknya menunggu reaksi markas.