Seorang gadis kecil bernama Thea bernyanyi di warung untuk mengumpulkan biaya obat ayahnya; preman memaksa, tapi pengunjung menolongnya memberi makanan dan total 400 ribu yang ia terima sambil berjanji membalas. Di sisi lain, diva Yura bergulat dengan gagal ginjal stadium akhir dan pertengkaran emosional dengan Tonny yang mengatakan tak bisa lagi bersamanya setelah kehilangan anak mereka. Tim medis top disiapkan untuk operasi dan seorang donor bersedia menyumbang ginjal, namun diberi perintah bahwa setelah donor anak itu harus segera dibawa pergi dan tak pernah ditemui lagi, keputusan yang menggantung.
Tante Yura bertemu Thea, seorang gadis 6 tahun yang merawat ayahnya yang koma sejak kecelakaan setahun lalu; ibunya disebut pergi jauh. Setelah Thea menyanyikan lagu yang mengesankan, Yura menangis lalu tahu situasi keluarga itu. Yura menawarkan agar Thea ikut lomba Dewi Penyanyi Cilik dengan hadiah 200 miliar untuk biaya pengobatan ayah. Thea menolak karena tidak bisa meninggalkan ayah, tapi terharu oleh dukungan Yura yang memberi tanda tangan untuk ayah dan berjalan ke kamar ayah untuk menaruhnya. Episode berakhir dengan dilema nyata: apakah Thea akan menerima tawaran lomba demi menyembuhkan ayah?
Episode dibuka dengan panggilan darurat ke Tante Yura soal masalah tim program, sementara Thea berusaha membantu ayahnya dengan mengumpulkan uang dari menjual botol, mencuci piring, dan bernyanyi. Thea senang bertemu Tante Yura dan berharap uang itu bisa menyembuhkan ayah yang sudah setahun tidak berbicara dan merindukan ibu. Setelah Thea menyanyikan lagu untuk ayah yang tak sadar, hasil pemeriksaan menunjukkan gumpalan darah di kepala ayah membesar dan dia harus dioperasi dalam tiga hari. Thea menyerahkan tabungannya ke Kak Wulan, tetapi diberi tahu jumlah itu jauh dari cukup — diperlukan 200 miliar. Keluarga kini terjepit waktu dan biaya.
Yura tersentak ketika bertemu seorang anak bernama Thea yang bernyanyi indah; suaranya membangkitkan bayangan anaknya yang hilang dan membuatnya berharap anaknya akan tumbuh seperti Thea. Kak Yogi menegur, meminta Yura berhenti memikirkan masa lalu dan mengatakan masalah itu sudah lama berlalu. Ketegangan memuncak saat Yura menyadari kalung kenangannya hilang; Yogi menawari membuat pengganti, tapi Yura menolak karena itu satu-satunya bukti. Yura tampak bingung dan sedih, bergulat dengan kenangan itu. Percakapan berakhir ketika Yogi mendesak agar Yura 'menghapus' anak itu dari hatinya, meninggalkan keputusannya belum terselesaikan.
Rumah sakit memberitahu Thea bahwa biaya operasi ayahnya setidaknya 200 miliar. Thea memohon pada Kak Wulan sambil berjanji bekerja keras dan mengembalikan uang, namun rumah sakit punya aturan; Kak Wulan memberikan sedikit bantuan. Om Losto, Kakek Johar dan kerabat lain datang dengan tawaran uang; Kakek menganggap Thea seperti cucu. Thea menolak menerima karena menganggap kakek juga tak mampu, tetapi keluarga mendesak agar ia ambil. Thea mengatakan ia punya cara, dan orang menunggu rencana itu. Yura belum pulang dan identitas Thea dicatat; keputusan soal dana dan operasi tetap menggantung.
Episode ini membuka dengan tuduhan bahwa Tonny sengaja mengatur agar seorang anak, Thea, diam-diam bertemu Bu Yura dan mendorongnya ikut lomba untuk "akui hubungan dengan Yura". Di lokasi lomba Dewi Penyanyi Cilik, panitia dan peserta lain mengejek pakaian Thea, menuding undangannya palsu, lalu mencoba mengusir dan mengancamnya secara kasar. Thea menolak pergi dan bersikeras ikut lomba, suasana memanas sampai seseorang di dekat panggung percaya telah mendengar suaranya. Thea memanggil "Tante Yura", episode ditutup dengan kehadiran Bu Yura belum jelas dan nasib penampilan Thea tak terselesaikan.
Dalam episode ini, acara kompetisi bakat anak Dewi Penyanyi Cilik sedang berlangsung dan juri Yura Lesmana, Yogi Gunanda, serta Devina Hasahan diperkenalkan. Peserta terakhir, Thea Lintara, diminta naik panggung tetapi ragu karena takut ketinggian, sementara orang mengingatkan bahwa ayahnya menunggu dan Thea harus mengumpulkan uang untuk pengobatan ayah. Panitia mengancam membatalkan kualifikasi jika ia tidak tampil; hitungan mundur dipicu. Setelah dorongan dari sekeliling dan ketegangan, Thea akhirnya melangkah ke panggung pada detik terakhir, meninggalkan ketidakpastian apakah penampilannya akan cukup membantu ayahnya.
Di sebuah kompetisi menyanyi anak, seorang gadis berpakaian kumal dipermalukan oleh penonton ketika iringan musik tiba-tiba rusak sehingga penampilannya langsung terancam. Panitia menyarankan ia pulang, tapi Yura, salah satu juri yang juga disebut diva, rela memberi iringan agar anak itu bisa tampil. Thea menyanyi bersama Yura dan mendapat sambutan hangat sampai seseorang meneriakkan 'dia pencuri' dan menuduhnya tak pantas ikut. Tepat setelah itu, seseorang menyerahkan sebuah kalung yang katanya hilang milik Yura, penemuan itu menimbulkan kecurigaan baru yang belum terjawab.
Di sebuah pertemuan, Thea dituduh mencuri kalung setelah seseorang mengaku melihatnya menyembunyikan benda itu. Thea membela diri: bukan mencuri, kalung itu peninggalan ibunya yang dipakainya sejak kecil, dan Om Losto serta Kakek Johar di rumah sakit bisa menjadi saksi. Bu Yura menolak klaim itu, mengatakan putrinya sudah meninggal dan menuntut kalung dikembalikan karena sangat penting baginya. Seorang yang semula mengundang Thea ke kompetisi menyatakan kecewa. Tante memaksa mengambil kalung dan berusaha membawa Thea turun; Thea dilarang pergi, meninggalkan nasib kalung dan keikutsertaannya di kompetisi belum diputuskan.
Thea memohon pada Tante Yura agar diizinkan ikut kompetisi demi mengumpulkan 200 miliar untuk operasi ayahnya. Yura ragu karena khawatir tuduhan kecurangan jika memberi kemudahan; penyelenggara menyerahkan keputusan pada Yura. Thea ngotot dan mencoba melawan, tapi seorang wanita menahannya dan menegaskan Thea terlalu muda untuk merebut Yura. Di panggung Thea lalu menyanyi; penonton terharu oleh suaranya dan seorang pendengar heran, 'Jangan-jangan dia memang putriku?' Tepat saat kecurigaan itu merebak, seseorang memerintahkan agar nyanyian dihentikan, meninggalkan hubungan yang dipertanyakan belum terjawab.