Episode ini dimulai dengan ketegangan antara seorang pejabat dan beberapa orang yang memandangnya dengan rendah, menganggapnya bodoh dan tidak kompeten. Pejabat tersebut mengancam akan menerapkan caranya demi mengendalikan situasi yang dianggapnya kacau. Di tengah konflik, seorang wanita mengklaim bayi sebagai anaknya, tapi tuduhan ini ditolak dan menimbulkan perselisihan sengit. Pejabat lalu memerintahkan agar wanita yang dianggap membuat onar dihukum. Terungkap bahwa wanita lain, Nyonya Lina, melepas bayi tersebut karena kasihan akan rasa sakit, berbeda dengan Nyonya Heni yang dianggap tidak peduli, memicu pertanyaan siapa sebenarnya ibu yang layak. Ketegangan soal hak asuh bayi ini belum tuntas dan masih menggantung hingga akhir episode.