Pasangan yang menikah demi kepentingan bisnis memutuskan untuk bercerai setelah tiga tahun hubungan tanpa perasaan dan pertemuan jarang. Mereka pergi ke kantor catatan sipil untuk mengurus perceraian, namun tiba-tiba mendapati diri mereka dalam situasi aneh—terbangun bersama di tempat yang tidak mereka kenali. Mereka keluar dan menemukan suasana rumah dengan orang tua mereka yang menyiapkan sarapan, membuat keduanya curiga telah berpindah dimensi. Ketidakpastian ini membuka pertanyaan besar tentang kenyataan yang mereka hadapi berikutnya.
Di tengah musim paceklik, keluarga Jaya menolak merawat anggota keluarga yang dicurigai mencuri makanan, menyebabkan pertengkaran dan pengusiran. Ketegangan meningkat saat salah satu anggota keluarga pingsan karena tekanan dan kelaparan. Sementara itu, sekelompok orang mendapati diri mereka terjebak dalam dimensi lain dan berhasil mengaktifkan sistem swalayan ajaib yang hanya dapat diakses jika mereka bersatu, meski telah berencana bercerai sebelumnya. Situasi ini memaksa mereka untuk menghadapi konflik keluarga sekaligus bekerja sama membuka sistem untuk bertahan hidup. Episode berakhir dengan kondisi darurat yang mengancam kesejahteraan anggota keluarga tersebut.
Dalam episode ini, Rian menemukan adiknya Lili pingsan akibat kelaparan setelah tiga hari tidak makan karena keluarga mereka yang miskin. Meski ibu mereka khawatir, mereka tidak punya uang untuk memanggil tabib. Rian berinisiatif mencari makanan dan menemukan dua mangkuk bubur hangat yang ia masak sendiri untuk adiknya. Ibu memaksa Rian makan bubur itu meskipun ia menolak demi adiknya. Konflik muncul saat Rian mempertanyakan keadilan dalam pembagian makanan keluarga, namun ibu menganggap itu urusan orang dewasa. Episode berakhir dengan Lili yang mulai sadar kembali, meninggalkan harapan sekaligus ketidakpastian tentang kondisi keluarga mereka.
Di tengah musim paceklik yang melanda desa, Evan dan istrinya harus bertahan hidup bersama demi membuka sistem supermarket ajaib. Mereka kelaparan dan memutuskan menjelajah gunung mencari makanan, menemukan kulit pohon yang sangat berharga meski rasanya tidak enak dan berisiko membuat mereka sulit buang air besar. Warga desa mulai menggosipkan perubahan perilaku Evan, yang biasanya pemalas dan pemabuk, namun sekarang terpaksa berjuang demi keluarganya. Episode ini berakhir dengan ketidakpastian nasib mereka yang terancam kelaparan parah dan konsekuensi dari konsumsi kulit pohon.
Evan berhasil menjual kulit kayu kina dan mendapat koin emas untuk belanja di swalayan ajaib. Ia membeli beras dan makanan bergizi seperti daging, susu, dan telur untuk anak-anaknya, Rian dan Lili, yang tampak sangat kurus. Setelah selesai berbelanja dengan hanya tersisa sedikit koin, Evan memasak dan memberi makan anak-anaknya untuk pertama kalinya dengan makanan lezat. Lili bertanya dengan penuh rasa syukur apakah mereka benar-benar boleh makan. Meski sebelumnya mereka kelaparan sampai makan kulit pohon, anak-anak kini merasakan kemewahan makanan yang membuat situasi jadi lebih cerah, namun kondisi pasokan masih belum sepenuhnya aman.
Evan terlihat sedang dimarahi oleh orang tua yang merasa diperlakukan tidak adil karena ia diam-diam makan daging, telur, dan nasi, sementara mereka harus berjuang mencari makanan seadanya. Meskipun Evan sudah diusir dari Keluarga Jaya, orang tua itu menuntut agar ia membalas jasa mereka dan mengembalikan makanan yang dimakan. Situasi memanas saat Evan menolak dan mengancam balik, menciptakan ketegangan keluarga yang belum terselesaikan. Di sisi lain, ditemukan kain pembungkus tubuh Evan yang bermotif teknik sulam langka senilai tinggi, menimbulkan potensi konflik baru dan menegaskan adanya syarat yang harus dipenuhi Evan agar boleh makan daging lagi.
Dalam episode ini, seorang wanita mencoba menukar tas yang terbuat dari kain bedong suaminya dengan daging di tengah masa paceklik di Desa Asri. Namun, dia ditolak setelah tas itu dikenali sebagai bukti identitas orang tuanya yang tidak boleh diperjualbelikan. Ketegangan muncul saat dia mengancam akan membeberkan ketidakberbakti penduduk kepada desa jika tidak dipenuhi permintaannya. Meski begitu, pria yang bersamanya menasihati untuk tidak menukar tas tersebut dan menyarankan mencari barang lain. Episode berakhir dengan wanita itu merenung tentang perasaannya yang belum jelas sambil menghadapi tekanan kelaparan dan kebutuhan bertahan hidup.
Di episode ini, seorang ibu yang sebelumnya keras mulai berubah menjadi lembut setelah memandikan anak-anaknya, Rian dan Lili, yang sempat ketakutan akibat perlakuan masa lalu. Ia meminta maaf dan berjanji tidak akan memukul mereka lagi, menandai perubahan sikap yang memberi harapan bagi keluarga itu. Anak-anak pun mulai merasakan rasa tenang yang belum pernah mereka alami sebelumnya, meski masih ada bayang-bayang masa lalu. Perubahan ibu ini membuka babak baru, namun ketegangan terkait masa depan dan konsekuensi dari janji tersebut masih menggantung.
Evan dan seorang wanita harus berbagi satu selimut di sebuah desa dengan kondisi sederhana, meskipun khawatir akan flu akibat selimut kecil yang hanya menutupi sebagian tubuh. Mereka menerima situasi ini dengan lapang dada, mengingat pengalaman tidur bersama di masa lalu. Malam itu, Evan merasa aneh karena perbedaan drastis kehidupan dari modern ke desa kuno. Mereka saling mengakui perasaan kecewa tapi sepakat untuk percaya pada kemampuan masing-masing dalam menghadapi perubahan ini. Wanita itu mengingatkan bahwa mereka kini hanya mengandalkan satu sama lain, memperkuat ikatan baru di tengah kesulitan yang belum usai.
Dalam episode ini, dua orang yang terlibat dalam kontrak hubungan mengalami ketegangan saat salah satu dituduh melepas baju diam-diam dan saling menegur karena kurangnya batasan. Mereka sepakat untuk menjaga jarak sebagai pasangan kontrak. Konflik mereda ketika keduanya mencoba menghindari salah paham, lalu keluarga mereka muncul di pagi hari, dan suasana berubah menjadi lebih hangat dengan rencana masak bersama. Namun, perbedaan perlakuan yang tiba-tiba antara ayah dan ibu menimbulkan pertanyaan tentang perubahan hubungan mereka yang belum terungkap sepenuhnya.