Seorang pria yang dipilih oleh pengantin hantu diizinkan membuka tudung dan mencium pengantin tanpa terkena hukuman seperti yang dialami orang lain yang mati saat menyentuhnya. Ternyata, hanya pengantin pria dari peti mati tanpa nama yang boleh melakukan itu, karena peti dengan nama berarti sudah menikah dan tak boleh dinikahi lagi. Orang-orang yang memaksa membuka tudung tanpa izin mati terbunuh. Setelah ujian pertama ini, para mempelai pria yang lolos diminta bersiap untuk ujian kedua dengan berdandan seindah mungkin untuk menikahi pengantin hantu. Ketegangan masih menggantung menjelang babak berikutnya.