Laras Kirana, seorang istri yang bisu, menyiapkan makanan dan duduk di dapur, berusaha memberi suaminya. Arga menerima makanannya dengan sikap acuh; ia makan seadanya, membuat istrinya terlihat diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Orang-orang mengecam perilaku suami, menyebutnya brengsek dan bahkan mengatakan 'pantas mati saja'. Laras terus menawarkan makanan meski diremehkan. Laras tetap mengulurkan piring, menunggu reaksi suami. Di akhir, seorang memanggil Arga untuk segera pergi berjudi—'kalau telat nggak bakal dapat tempat lagi'—meninggalkan ketegangan hubungan mereka dan keputusan Arga yang menentukan masih menggantung.