Dalam situasi kritis dengan waktu tersisa hanya 10 detik dan ketinggalan 2 poin, Kenzo yang baru masuk mencoba mencetak poin dengan tembakan tiga poin yang tidak stabil dan sering gagal. Pelatih menginstruksikan Kenzo untuk melakukan pelanggaran demi menciptakan kesempatan serangan terakhir lewat lemparan bebas, meski para pemain lain meremehkan kemampuannya dan menganggapnya hanya keberuntungan. Ketegangan memuncak saat lawan memanfaatkan waktu serang dan kemenangan tampak jauh. Episode berakhir dengan tekanan besar pada Kenzo untuk menyelamatkan tim, namun keraguan dan ejekan masih menghantui potensinya.