Tim basket yang kehilangan Aldo merasa semangatnya menurun dan terancam kalah dalam pertandingan penting melawan Nigara. Pelatih menegaskan bahwa meski tanpa Aldo, mereka harus menunjukkan kemampuan dengan mengandalkan Kenzo sebagai tumpuan utama. Konflik muncul dari rasa ragu dan sindiran keras dalam tim, di mana beberapa pemain dianggap malas dan kalah mental. Meskipun pelatih dan pemain muda berusaha membangkitkan kepercayaan diri, ketegangan meningkat saat mereka bertekad mencetak setidaknya satu poin lebih banyak dari tahun lalu. Episode berakhir dengan tim bersiap memulai laga yang menentukan ini, menyisakan ketidakpastian hasil akhir.