Tuan Linto mendesak mencari tabib legendaris Yugo Zusa untuk menyelamatkan putrinya, Nona Cindy, yang terbaring sekarat. Para penasehat menjelaskan Yugo tak mudah ditemui; tiba-tiba seorang pemuda pengemis mengaku bisa mengobati. Ia dicemooh dan hampir dibunuh atas perintah Dina, sampai hadirin memeriksa kondisi Cindy: tubuh sangat dingin, kening panas, napas lemah. Pemuda itu dengan cepat mendiagnosis 'kelumpuhan nadi'. Meski ragu, Tuan Linto setuju memberi izin dan janji penghargaan jika berhasil. Episode berakhir ketika perawatan segera dimulai, meninggalkan keraguan apakah diagnosisnya tepat.