Di tengah rapat pemegang saham keluarga, seorang ayah yang menua mengumpulkan kerabat untuk mengumumkan pewaris. Fero diperingatkan agar bersikap sopan kepada para paman, namun ia menjadi sasaran hinaan; beberapa menyebutnya 'sampah' dan menekan agar ia dapatkan perusahaan atau tak mampu memberi amplop saat pernikahannya dengan Kak Anto. Anto dipuji sebagai calon kepala keluarga yang berbakat dan diminta membantu Om Lias. Ketegangan memuncak ketika ayah menegaskan waktunya pensiun dan akan mengumumkan pewaris pada rapat—keputusan itu menggantung nasib Fero dan dinamika keluarga.