Di desa, remaja yatim Fiki diberi tahu bahwa perekrutan pasukan Jenderal Coko menawarkan perak, makanan, dan istri bagi yang bergabung. Narator—seorang doktor sejarah yang terlempar ke dunia ini—mengamati Fiki yang berumur 16 tahun, miskin, dan hanya punya stamina aktif sementara atribut lainnya belum aktif. Warga menyuruhnya berhenti kerja dan berkumpul besok di depan rumah camat untuk didaftarkan. Di tempat rekrutmen orator memuji pemberontakan Coko terhadap istana, memamerkan perempuan sebagai hadiah, lalu memerintahkan "berlutut", meningkatkan tekanan moral pada pemuda. Fiki terdorong bergabung demi kelangsungan hidup, tetapi pemaksaan pernikahan dan ancaman perang tetap menggantung.