Di desa, Jero, kepala desa, meminta Jenderal Rio agar warga segera mengambil barang dan istri mereka lalu berangkat. Warga dipaksa memilih wanita yang akan dibawa; pria saling berebut, menilai bokong, pinggang, kemampuan kerja dan potensi punya anak. Fiki mendapat prioritas karena menolong desa saat kekeringan, memicu perdebatan dan tawar-menawar—seorang pria menawarkan daging asap supaya lawan mengalah. Pilihan menipis hingga hanya tersisa wanita kurus yang membela diri, 'Aku bisa.' Warga meragukan kemampuannya, namun seorang pemilih akhirnya mengatakan, 'Oke, dia saja.' Keputusan itu meninggalkan ketidakpastian.