Warga mengepung rumah Linda setelah kabar bahwa ia akan menjual anak menyebar; seorang kerabat berulang kali meneriakkan 'Lepaskan adikku' dan meminta Nenek serta Ketua menyiarkan agar warga menghentikan tindakan itu. Di depan pintu, orang-orang menuduh Linda menjual anak demi kekasihnya dan mengungkit kematian ayah anak itu, sementara sebagian warga ragu ikut campur. Ketegangan memuncak saat mereka memukul pintu dan memaksa membuka. Tiba-tiba anak itu dipaparkan demam dan kejang; seorang dokter mencatat sudah tiga kejang tiap lima menit dan mencurigai radang otak. Arum dilarikan ke puskesmas, dan nasibnya serta tuntutan warga terhadap Linda masih tergantung.