Yasmin marah setelah suaminya mencoba meredakan ketegangan dengan mengabaikan masalah mereka dan meminta dia berperan sebagai istri yang lembut. Dia mengecam suaminya yang dianggap kotor dan menyatakan hubungan mereka sudah selesai meski sang suami menegaskan tanggung jawabnya sebagai suami tetap ada. Yasmin mengungkapkan dirinya sudah steril dan anak mereka lahir dari bayi tabung, mempertanyakan peran ayah dalam situasi tersebut. Konflik memuncak saat Yasmin menolak status istrinya, menentang klaim tanpa surat nikah, meninggalkan ketegangan hubungan yang masih belum terselesaikan.