Yasmin dipaksa untuk resmi menikah dengan Hengky, yang menuntutnya mengikuti aturan rumah tangga, seperti mengurus rumah dan anak. Ketika Yasmin mengeluhkan sakit perut dan meminta diantar ke rumah sakit, Hengky setuju meski terlihat acuh. Di rumah sakit, Yasmin diberikan obat penenang dalam infus dan harus diawasi, sementara staf medis mempertanyakan keberadaan keluarganya. Yasmin merasa sendirian dan Hengky meninggalkan rumah, meninggalkan situasi yang menggantung tentang kondisi dan masa depan Yasmin.