Yasmin menghadapi persiapan pernikahannya dengan Pak Yosep yang dijadwalkan tanggal 28, namun ia merasa tidak memiliki kendali karena semua diatur oleh tim tanpa menanyakan seleranya. Ia teringat pernikahan sebelumnya yang diatur orang lain tanpa memedulikan keinginannya. Tim penyelenggara berusaha meyakinkan Yasmin untuk memilih sendiri dekorasi dan gaun, menegaskan pesan Pak Yosep agar acaranya sesuai kemauan Yasmin. Di tengah itu, Yasmin menerima kunjungan seseorang yang membawa permen untuk meredakan kesedihannya, sementara kekhawatiran muncul tentang kesiapan Pak Yosep menghadapi pertemuan, sehingga ketegangan dan ketidakpastian belum teratasi menjelang hari pernikahan.