Pengajuan cerai Vivi hampir selesai; petugas telepon mengabarkan akta siap diambil dalam tiga hari. Vivi, yang sedang dirawat, diberi tahu dokter ia bisa pulang bersamaan dengan tenggat itu. Seorang pria, Theo, menjemputnya dan membawanya ke toko perhiasan di mana ia memilih 'Hati Samudra' sebagai kado ulang tahun untuk Yuni. Vivi menolak perhiasan dan menyingkap merasa diperlakukan sebagai alat saat diminta mencoba agar pilihan suami tidak salah. Konflik memuncak ketika Vivi menuntut, "Theo, kembalikan padaku semua yang tersisa." Perceraian dekat dan respons Theo tetap menggantung.