Di episode ini, Doni kembali ke masa 30 tahun lalu saat pabrik pakan keluarga mulai berkembang dan janji pembagian hasil bisnis diabaikan. Doni yang sudah tua diperlakukan kasar oleh Edi dan keluarganya, yang menganggapnya tidak berguna dan menyia-nyiakan sumber daya. Ketegangan memuncak saat Doni menuduh keluarganya yang menfitnah istri dan anaknya, hingga menyebabkan kematian tragis. Konflik keluarga ini menghadirkan kemarahan dan penyesalan mendalam, lalu berakhir dengan Doni sadar bahwa ia telah terlahir kembali ke tahun 1988, membuka peluang menghadapi situasi dengan pengetahuan masa depan yang belum terungkap.
Episode ini menampilkan ketegangan di sebuah keluarga ketika Yuna, seorang gadis kecil, diperlakukan kasar oleh seorang bibi yang mengambil makanan dan menyuruhnya makan di pojok. Sang ibu membela Yuna dengan tegas, menentang pandangan bahwa anaknya dianggap murahan. Konflik memuncak saat bibi tersebut memukul ibu Yuna hingga pingsan, memicu kemarahan ayah yang akhirnya memanggil Yuna dan keluarganya untuk bersama. Namun, meski keadaan tampak reda, ancaman dan ketidaknyamanan masih menggantung, menandai ketegangan yang belum selesai dalam keluarga ini.
Doni tegas melindungi putri dan istrinya, mengancam siapa pun yang menyakiti mereka, meski ibunya memperingatkan bahwa keluarga Sindo bisa mengusir mereka setelah memperoleh harta keluarga. Ketegangan keluarga meningkat saat Doni memutuskan keluar dari Keluarga Sindo dan berjanji akan merawat mereka tanpa ketidakadilan. Namun, istrinya mempertanyakan keseriusan Doni hingga mengajukan perceraian dan membawa putrinya pergi. Doni memohon diberi kesempatan terakhir, sementara ibu mereka pingsan karena kelaparan, memaksa ayah mencari makanan demi menyelamatkan situasi yang kian sulit. Konflik keluarga dan janji perlindungan Doni menjadi pusat drama, meninggalkan ketidakpastian nasib mereka.
Di episode ini, Heri dan Kak Doni menghadapi kesulitan karena beras habis dan dana semakin menipis. Heri mencoba menangkap ikan di sungai menggunakan jaring, tapi jaringnya robek dan tak bisa diperbaiki karena tidak ada alat. Pertemuan Heri dengan Kak Doni yang kembali ke desa setelah meninggalkan kota menjadi titik balik, saat mereka menemukan serangga aneh di kolam yang ternyata lobster mini. Kak Doni melihat peluang dari lobster tersebut untuk mengubah nasib mereka. Di akhir episode, Heri merawat Yuna yang terluka bakar, menimbulkan tanya soal hubungan dan perhatian mereka yang mulai terungkap.
Yuna menderita luka bakar serius akibat ulah adik iparnya, dan ayahnya awalnya enggan membawa Yuna ke rumah sakit karena masalah biaya. Setelah ibunya memohon dan menjelaskan risiko infeksi, akhirnya ayah Yuna setuju membawa Yuna ke rumah sakit meskipun masih ragu dengan niatnya. Di rumah sakit, terungkap bahwa kondisi istri ayah Yuna juga lemah karena kurang gizi. Meskipun biaya perawatan terlalu mahal, ayah Yuna bertekad untuk merawat Yuna dengan baik agar tidak meninggalkan bekas luka, memutuskan meminjam uang demi pengobatan mereka. Konflik finansial dan ketidakpercayaan masih membayangi keputusan itu.
Doni dan Heri berusaha mencari cara supaya bisa mendapatkan penghasilan dengan menjual lobster segar yang ternyata banyak tersedia di kolam lokal. Doni yakin lobster ini dapat laku di restoran kota yang sedang kekurangan stok. Namun, Heri mencuri tabungan Doni untuk biaya pengobatan keluarganya, menimbulkan konflik antara keduanya. Doni kemudian menantang skeptisisme orang lain dengan taruhan; jika lobster ini benar-benar bisa memberikan uang, maka dia akan mendapatkan lobster gratis dan mengizinkan Heri bekerja bersamanya. Doni berhasil menangkap banyak lobster dan bertekad membuktikan nilainya meskipun berisiko kehilangan rumah jika gagal.
Doni menolak kembali ke Keluarga Sindo meski keluarganya sudah membagi harta dan memintanya pulang bersama istri serta anaknya yang masih dirawat di rumah sakit akibat penganiayaan. Ia bersikeras tak ingin kembali karena trauma dan ketidaknyamanan istri serta anaknya di rumah itu. Keluarga Sindo memperingatkan bahwa kesempatan pulang sekali ini tak boleh dilewatkan. Ketegangan memuncak saat Doni menolak dan dianggap durhaka, sementara keluarganya khawatir harus menghadapi kesulitan hidup tanpa dia. Episode berakhir dengan keputusan keluarga menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi anak Doni.
Seorang koki yang merasa dirinya jago di Kota Suko mendatangi sebuah restoran yang baru saja menghadirkan hidangan lobster, tetapi pengunjung menolak mencobanya. Ia menantang koki restoran untuk membuktikan kemampuannya dengan memasak lobster lebih lezat. Setelah mencoba berbagai masakan lobster yang ditawarkan, sang koki unggulan akhirnya mengakui hidangan tersebut jauh lebih enak dan menyerah, memilih untuk mencuci piring. Episode berakhir dengan Pak Doni yang mengajak membahas bisnis, menandakan ada rencana besar selanjutnya yang belum terungkap.
Pak Doni bernegosiasi dengan Pak Wino yang awalnya menawarkan empat puluh ribu untuk membeli lobster Doni dengan syarat memberinya resep rahasia lobster pedas dan lobster bawang putih. Setelah perundingan, Pak Wino akhirnya menaikkan tawaran menjadi empat ratus ribu dan harga pembelian lobster dua ribu per kilo, dengan syarat Doni hanya menjual lobster padanya. Doni menyetujui permintaan ini dan menyerahkan resepnya. Sementara itu, di rumah, ketegangan muncul karena kekhawatiran anak yang sakit dan kekecewaan atas biaya pengobatan serta sikap ayah yang menjauh. Konflik bisnis Doni dan ketegangan keluarga berakhir menggantung dengan rencana pengiriman lobster dan keputusan Doni menghadapi tantangan ekonomi.
Dalam episode ini, konflik utama muncul ketika Doni berencana menjual anaknya, Yuna, demi keuntungan, meski ia mengaku untuk merawatnya agar harga jual meningkat. Keluarga yang lain menolak keras rencana ini dan berusaha melindungi Yuna dari dijual. Ketegangan meningkat saat Yuna yang masih sakit dan terluka dipaksa dilepaskan, menyebabkan perdebatan dan konfrontasi antara Doni, ibu, dan pihak lain. Akhir episode diwarnai dengan kekhawatiran akan nasib Yuna dan keputusan sulit yang harus dihadapi keluarganya, meninggalkan situasi yang belum terselesaikan dan ketidakpastian tentang masa depan Yuna.