Pendapatan restoran Seno menurun karena hidangan andalannya, Mapo Tahu, kalah saing dengan Daging Gulung Savi dari Resto Yeho yang menggunakan tomat istimewa dari penjual misterius di pasar besar. Setelah menyelidiki, keluarga Seno menemukan bahwa tomat tersebut ternyata dibeli dari seorang petani biasa tanpa ikatan hukum dengan Resto Yeho. Mereka memutuskan untuk mencari penjual itu dan mengamankan pasokan eksklusif tomat agar bisa mengalahkan saingan. Sementara itu, persiapan menanam mentimun dimulai sebagai upaya diversifikasi produk dengan harapan dapat bangkit kembali. Konflik masih terbuka mengenai keberhasilan strategi ini.