Erik dituduh menindas Edy dan diminta untuk minta maaf, tapi ia justru memperkuat tuduhan agar bisa menuntut balik. Kak Erna sangat kecewa karena Erik tetap keras kepala dan memilih bertani di desa meski hidup menderita, bukan kembali ke keluarga Seno. Ketegangan meningkat saat keluarga mengkritik sikap Erik yang dianggap tidak tahu diri, termasuk menjual timun dengan harga tinggi, sampai Edy disarankan agar Erik segera minta maaf. Namun, seorang pembeli muncul yang memutuskan membeli mentimun Erik, memunculkan situasi yang menggantung dan ketegangan antara anggota keluarga.