Hani berencana menikah cepat pada tanggal tiga bulan enam dengan paman kesembilan, tapi ibunya mengkhawatirkan waktu yang terlalu mepet dan menyarankan ditunda hingga bulan sepuluh. Namun, Hani menolak agar tidak memberi alasan buruk bagi keluarga di belakang mereka. Karena Raja Dane masih koma, Putra Mahkota tidak bisa menjemput pengantin sesuai adat. Diskusi muncul soal pengganti yang harus belum menikah, dengan opsi Sandy atau Putra Pewaris Raja Asher. Hani masih ragu, sementara ibunya terus membujuk agar pernikahan tetap terlaksana sesuai waktu. Konflik soal tanggal pernikahan dan siapa yang menggantikan Raja tetap menggantung.