Winda Pratama, murid jenius, dituduh menyontek karena jawabannya sama persis dengan Citra saat lomba matematika, lalu dipermalukan oleh panitia dan keluarganya. Di rumah, saudara perempuannya menuduhnya dan menunjukkan contekan; ayahnya menghardik, memukuli, dan mengancam 'kubunuh kau', sambil merendahkan latar Winda sebagai 'anak panti' dibanding anak kandung. Winda berulang kali bersumpah tidak menyontek, namun serangan fisik dan penghinaan meningkat hingga seseorang memohon agar ayah berhenti. Saat para peserta dipanggil kembali ke ruang lomba, Winda tertegun berkata, 'Aku... hidup lagi?', meninggalkan pertanyaan apakah ia akan bertahan dan menghadapi lomba setelah ancaman itu.