Di episode ini, seorang forensik (aku) panik setelah laporan autopsinya ternyata sama persis dengan informasi yang sudah diungkapkan Mia sebelumnya; ia curiga ada kebocoran dan menuntut penjelasan. Untuk membuktikan temuannya, ia melakukan autopsi terbuka: korban laki-laki 32 tahun menunjukkan kepala hancur, namun penyebab kematian adalah keracunan sianida yang diberikan dalam jumlah besar, dengan bibir dan rongga mulut memar. Saat ia menyampaikan kesimpulan, Kak Yasa meremehkannya, memuji kemampuan komunikasi Mia, dan menyuruhnya pulang. Persoalan bagaimana Mia bisa tahu hasil autopsi tetap belum terjawab.