Di ruang otopsi keluarga menyerahkan jenazah Mia; bibinya menuntut komunikator tertentu, tapi Yasa dipanggil melakukan autopsi karena komunikator belum kembali. Ia berjanji melakukan pembedahan seminimal mungkin sekaligus cepat mencari petunjuk, sementara rekan mengingatkan ini kesempatan untuk memulihkan nama Yasa. Laporan forensik menunjukkan luka sayatan leher tidak rapi dengan sudut tumpul dan tajam, jaringan terhubung menunjukkan tebasan alat berat, dan banyak luka wajah dangkal yang berbeda, mengindikasikan kebencian dan kemungkinan pelaku dikenal korban. Yasa menyesal datang terlambat; tim kini harus segera menindaklanjuti temuan untuk menangkap pelaku.