Episode dibuka dengan konfrontasi di ruang autopsi: kerumunan menuduh Yasa, dokter forensik, memalukan institusi setelah klaim Mia sebagai komunikator mayat. Seorang wanita yang menyebut Zio sebagai tunangannya dan keluarga korban mempertanyakan kompetensinya, lalu terungkap bahwa korban mengandung sianida di perut — penyebab kematian sebenarnya. Kerumunan jadi curiga karena Mia selalu mengumumkan hasil autopsi lebih cepat dan sama persis bahkan untuk catatan yang Yasa tak tulis. Dihujani cacian, Yasa mengajukan diri kepada Pak Juna untuk pindah jadi staf biasa dan berhenti jadi forensik. Keputusan itu menggantung kredibilitas Mia dan arah penyidikan.