Dokter magang Jovi langsung melakukan tindakan operasi jahit pada pasien yang luka dalam tanpa izin, memicu konflik dengan dokter senior yang menilai tindakannya sembrono dan berbahaya. Meskipun jahitan Jovi rapi dan berhasil, ia ditegur keras dan diancam pemecatan karena melanggar prosedur sterilisasi. Ayah Jovi berusaha membela dan memohon agar putranya diberi kesempatan, sementara Jovi sendiri mengaku siap bertanggung jawab. Episode ini berakhir dengan ketidakpastian status Jovi di rumah sakit setelah dua dokter senior mempertimbangkan nasibnya, meski ada upaya untuk memberinya kesempatan kedua.