Jovi baru saja dipecat dari Klinik Keluarga Kusuma, tetapi masih menyangkal tuduhan pencurian yang pernah menimpa ayahnya. Johan secara paksa menguasai 90 persen keuntungan dan mengganti nama klinik menjadi Klinik Johan. Saat itu, Paman Heri terluka parah karena pisau traktor dan butuh bantuan medis segera. Johan bersikeras merawat Paman Heri meski kondisi lukanya terlalu serius untuk klinik kecil mereka, menolak mengirimnya ke rumah sakit besar. Ketegangan meningkat karena risiko tanggung jawab jika perawatan gagal, sementara nasib Klinik Kusuma dan Paman Heri tetap menggantung.