Seorang pria terluka saat membuat layang-layang untuk tunangannya, Putri. Dia mengeluh bahwa Putri berhati baja dan tidak peduli, sementara wanita lain bernama Santi dianggap baik hati. Pria itu, yang dipanggil Kak Ardi, menyatakan bahwa sebagai calon Wakil Menteri Keuangan dengan masa depan cerah, dirinya adalah segalanya bagi Putri yang hanya putri pangeran yang sudah gugur. Dalam pertemuan berikutnya, Putri mempertanyakan apakah dia kurang perhatian, namun Kak Ardi membela Santi yang baru tiba dan belum mengerti aturan. Putri lalu memerintahkan pelayannya, Mita, untuk menampar Santi.