Kerumunan warga dipaksa memilih perempuan yang dibawa tentara sebagai istri atau pekerja; para pemuda berebut sementara beberapa wanita ditolak karena dianggap lemah. Tentara memberi ultimatum: yang lambat akan dibawa ke barak, memaksa pemilihan cepat. Seorang pria khawatir soal usia dan keselamatan yang terpilih; kepala desa lalu mempertanyakan apakah sisanya akan dijadikan pelacur. Setelah tentara mengiyakan, kepala desa secara mengejutkan meminta izin untuk menikahi semua perempuan sekaligus demi melindungi mereka. Jawaban tentara belum jelas, sehingga nasib para perempuan tetap tergantung pada keputusan selanjutnya.