Heru mengejutkan warga dengan niat menikahi tiga wanita sekaligus; tetangga dan orang tua protes karena tanahnya hanya tiga petak dan tak cukup untuk menyokong empat perut. Saat mereka menghitung, seorang pejabat mengingatkan: lapor ke kantor kabupaten sebulan lagi atau kepala melayang. Heru beralasan dia akan masuk barak dalam sebulan, dan tiap istri memberi satu karung jatah sehingga tiga istri = tiga karung; ia ingin memanfaatkan waktu untuk menguatkan badan agar pulang dari militer. Meski dipesankan bahwa tubuhnya sudah renta, ia tetap menyuruh istri-istrinya ikut pulang, meninggalkan keraguan siapa yang akan menanggung beban dan apakah rencananya berhasil.