Hadi menghadapi konfrontasi keras dengan ibu mertuanya yang menganggapnya tidak berguna dan memaksa Hadi untuk menandatangani dokumen agar pergi, karena keberhasilan sang istri, Selly, membuatnya merasa Hadi tak lagi dibutuhkan. Ibu mertuanya menegaskan Selly akan segera mengikat kontrak bisnis besar dengan Grup Tasya senilai 150 triliun, menjanjikan masa depan cerah bagi Selly dan Grup Fauzi. Hadi bertekad mencari Selly, menolak uang atau harta keluarga mertuanya, sambil mempertanyakan proyek besar yang ia dapat sekarang, yang mungkin setara dengan proyek Pak Arif dari Grup Tasya. Ketegangan berakhir dengan ancaman terputusnya hubungan jika Hadi tidak pergi.