Episode ini dibuka dengan dua orang yang dihina dan diperintahkan untuk dikeluarkan dari sebuah lokasi oleh pengawal atas perintah seorang pria bernama Kak Selly. Mereka ternyata adalah ketua kelompok paling berpengaruh di Kota Timora yang mengontrol jalur ekonomi setempat. Seorang pria lain memberi instruksi agar mereka dipindahkan keluar Kota Morina setelah jamuan dengan perlakuan yang tidak kasar dan membiarkan salah satunya masuk rumah sakit terlebih dahulu. Ketegangan meningkat saat peran Pak Arif, yang mengendalikan kehidupan mereka, disebutkan, menandai ancaman yang lebih besar. Konflik ini menggiring pada ketidakpastian nasib kedua pria tersebut setelah diperintah keluar kota.