Anna terluka dan diduga karena kelalaian pembantu, tapi Evan curiga ada sesuatu yang aneh dengan kondisi Anna kali ini. Meskipun Anna ingin istirahat dan menolak dokter, ketegangan dalam keluarga Pranoto makin terasa karena Anna kehilangan posisi dan kekuasaan. Evan yang sekarang memimpin Grup Pranoto menyadari ancaman di sekitar, sementara ada petunjuk bahwa Toni mendukung Edo, pesaing potensial. Evan dan bawahannya mulai merencanakan langkah strategis untuk menghadapi situasi ini, meninggalkan ketidakpastian tentang perkembangan konflik yang akan datang.