Gaby Setora menghadapi tuntutan keluarganya untuk menyerahkan jabatan dan kontrol Grup Setora kepada adiknya, Toni, karena dianggap tidak pantas memimpin perusahaan keluarga. Dituduh tidak bisa mewariskan keturunan dan diminta menikah dengan orang lain, Gaby menolak dengan tegas meski mendapat tekanan keras hingga ancaman kehilangan uang bulanan dan diusir dari rumah. Konflik memuncak saat Gaby mempertahankan haknya dan perusahaan yang dibangunnya, sementara Toni siap membantu mengambil alih. Episode berakhir dengan ketegangan keluarga yang belum terselesaikan, menunggu keputusan Gaby selanjutnya.
Evan menghadapi tekanan dari ibunya untuk segera menikah agar tidak menghalangi anak kandungnya. Ia memutuskan menikahi seorang wanita polos bernama Willy yang mengalami amnesia akibat benturan keras dan memiliki kecerdasan setara anak enam tahun. Meski ada keraguan dan peringatan dari Victor tentang kondisi Willy dan risiko bagi penyelidikan kematian ibu Evan, Evan yakin pernikahan ini bisa menurunkan kewaspadaan Willy. Di tengah persiapan ini, kabar mencurigakan mengenai hilangnya Gaby, pemimpin Grup Setora, muncul dan Evan didesak untuk mengusutnya.
Evan tampak tidak sehat dengan wajah panas, sementara ia dan seorang wanita yang memanggilnya 'Burger' berusaha menyembunyikan rahasia kaki Evan yang sudah sembuh. Wanita itu lupa namanya sendiri dan Evan memberinya nama 'Anna' agar memudahkan komunikasi. Konflik muncul saat saudara ipar Evan, Kak Edo dan Kak Sarah, datang dengan sinis, mengolok-ngolok keadaan Evan dan istrinya. Mereka membawa hadiah tapi sikap mereka tajam dan merendahkan, memaksa Evan mengusir mereka. Ketegangan berlanjut ketika Evan menerima telepon di tengah situasi canggung ini, meninggalkan status hubungan dan masalah keluarga yang belum selesai.
Evan terpaksa mencuri barang milik Sarah karena tidak punya uang, meski Anna menentangnya. Dia berusaha menutupi situasi tersebut, namun Anna menegaskan kenyataan sulit mereka. Sarah mencemooh dan mempermalukan Evan dengan kata-kata kasar, memanggilnya 'anjing' dan mempermainkannya, sehingga memancing kemarahan Evan. Edo mendukung Evan dan menuntut Sarah minta maaf agar perseteruan tidak semakin parah, tapi Sarah tetap keras kepala. Episode ini ditutup dengan ketegangan yang belum selesai antara Evan dan Sarah, sementara Anna dan Edo berusaha mengendalikan situasi yang memanas.
Edo menegur orang yang menghina adiknya, Evan, dan istrinya yang kekanak-kanakan, lalu mengingatkan agar mereka hadir di pesta keluarga bersama istri. Sementara itu, Edo berencana membujuk Toni yang akan mengambil alih Grup Setora agar melanjutkan kontrak dengan Grup Pranoto, memperkuat posisinya dalam keluarga. Di sisi lain, Burger tiba-tiba sakit kepala hingga harus dibawa ke rumah sakit, menimbulkan kekhawatiran. Ketegangan meningkat karena kepemilikan Grup Setora akan berubah setelah presdirnya menghilang, meninggalkan ancaman yang belum terselesaikan bagi keluarga dan bisnis mereka.
Evan menerima laporan tentang hilangnya Gaby dan memutuskan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengakuisisi saham Grup Setora, menyiapkan langkah agar grup tersebut menjadi anak perusahaan Grup Evanos dalam tujuh hari. Sementara itu, di sisi lain, Evan dan Burger terlibat dalam interaksi personal yang semakin intens; Burger meminta Evan menemaninya bermain dan berusaha tidur bersama, menandakan hubungan mereka mulai berubah. Namun, ketegangan muncul saat Evan terlihat demam, meninggalkan situasi emosional yang belum tuntas antara keduanya di akhir episode.
Seorang anak kecil bernama Burger penasaran dan ingin mencium Evan setelah menirukan yang dilihatnya di televisi, namun ditegur bahwa anak seusianya tidak boleh melakukan itu. Burger pun diminta kembali ke kamarnya dan beristirahat. Sementara itu, Evan berada di sebuah pesta dengan banyak makanan enak, dan seseorang memperingatkan agar Evan berhati-hati agar tidak mempermalukan dirinya. Evan kemudian diajari cara makan yang sopan di pesta agar tidak menimbulkan masalah, menunjukkan ketegangan antara keinginan sederhana anak dan ekspektasi sosial di sekitar Evan yang masih belum terselesaikan.
Dalam episode ini, seorang wanita muda yang polos makan bersama keluarganya sementara anggota keluarga lain meragukan statusnya sebagai istri Tuan Evan, yang dianggap cacat dan anak haram. Konflik muncul saat mereka membahas masa lalu Evan dan anak-anak haramnya, menimbulkan ketegangan tentang kecocokan antara Evan dan istrinya. Sementara itu, wanita muda itu menunjukkan sifat baik dan perhatian dengan membagikan kukis kepada anggota keluarga lain. Namun, ketidakpercayaan dan prasangka tetap menghantui, meninggalkan ketegangan tentang penerimaan dan hubungan mereka yang belum terselesaikan.
Di tengah pesta keluarga Pranoto yang memanas, Anna dirundung hinaan dari Sarah, kakak Arman, yang mempermalkannya terbuka. Evan, suami Anna, membela istrinya dengan tegas, memicu ketegangan antara dia dan Sarah. Keluarga mencoba menengahi, namun kekesalan tetap menggelayuti suasana. Evan bahkan menolak bantuan pembantu untuk menemani Anna yang tampak terpukul. Pernyataan bahwa Anna dianggap 'orang idiot' yang mudah dikendalikan menambah konflik yang belum selesai, menandai pertarungan kekuasaan dan penghinaan yang mengancam kedamaian keluarga ini.
Anna ditekan oleh bibinya untuk melapor setiap gerak-gerik suaminya, Evan, yang dianggap rawan dari ancaman orang jahat. Meskipun Evan baik padanya dan memberinya kemewahan, Anna merasa tertekan oleh tuntutan ini dan enggan melaporkan. Bibinya bahkan mengancam bahwa tanpa kepatuhan, Anna bisa diusir dari rumah. Ketegangan meningkat saat salah seorang yang melapor diserang dan ibunya mengambil langkah tegas dengan memerintahkan orang lain untuk mengurus Anna. Rencana tersembunyi mulai terungkap, dengan Toni dijanjikan posisi strategis, membalikkan kekuatan agar Evan kehilangan kontrol, meninggalkan Anna dalam posisi yang rentan dan penuh risiko.