Seorang pejabat pengadilan bernama Winda ditemukan membawa peta pertahanan penting yang ia klaim ditemukan di jalan, namun tindakan itu membuatnya dihukum cambuk oleh Putra Mahkota sebagai peringatan atas keterlibatannya dalam kasus pencurian. Winda menyangkal bersalah dan menuduh seseorang bernama Winda menjebaknya, sementara Putra Mahkota menegaskan bahwa meskipun nyawanya diselamatkan, hukuman fisik tetap dijalankan. Hubungan tegang antara Winda dan Putra Mahkota makin memanas saat Winda menolak memanggilnya suami dan ancaman meningkat, sementara Winda juga menyalahkan pihak lain atas masalah peta tersebut. Konflik belum terselesaikan dan tekanan terhadap Winda terus berlanjut.