Putra Mahkota terjebak dalam situasi memanas saat seorang wanita mendekatinya dengan agresif, mengungkapkan perasaannya dan niatnya menikahinya meski ditolak secara tegas. Wanita itu mengancam akan memanggil orang jika Putra Mahkota tidak menjawab, sambil menyoroti risiko kehilangan reputasinya jika situasi ini diketahui. Dia beralasan bahwa usia dua puluh tahun menuntutnya menikah agar tidak dipenjara, lalu menawarkan pernikahan dengan kesepakatan satu tahun, setelah itu jika Putra Mahkota tetap tak menyukainya, mereka bisa bercerai secara baik-baik. Konflik ini berakhir dengan ketidakpastian apakah Putra Mahkota akan menerima tawaran tersebut.