Seorang pemuda yang harus berhenti sekolah sejak usia 15 tahun bekerja keras menyemir sepatu untuk menghidupi adiknya yang bernama Eva. Uang yang didapatkannya selalu tak pernah cukup. Eva mengalami gangguan jiwa setelah ibunya pergi, ingatannya seolah berhenti pada saat itu. Ia kerap memanggil-manggil ibunya dan meyakinkan dirinya bahwa ia sudah bersih dan tidak merepotkan. Seorang wanita menyayangkan kondisi Eva dan menyebutkan bahwa bulan depan akan ada dokter spesialis jiwa terbaik datang ke kota, namun biayanya sangat mahal. Pemuda itu, yang ternyata adalah kakak Eva, bertekad untuk mendapatkan pekerjaan bergaji 200 juta per bulan demi mengusahakan kesembuhan adiknya, meski hari-hari terasa sulit.