Sara, seorang desainer muda, bersemangat menerima tiket VIP untuk acara temu penggemar Pak Kris, berharap mendapat apresiasi dari Pak Kris. Namun, terjadi krisis saat gaun pesta Yuna bocor dan diketahui oleh kelompok fanatik, membuat Pak Kris harus segera memilih orang untuk menangani masalah itu. Pak Eric diperintahkan oleh Pak Kris untuk menemukan Sara pada hari itu, sementara Sara berjanji akan segera kembali setelah menyerahkan draf desainnya. Ketegangan meningkat karena waktu yang mendesak dan Sara belum ditemukan, meninggalkan masalah gaun Yuna belum terselesaikan.
Sarah tiba-tiba demam dan diberi uang hasil penjualan draf desainnya untuk berobat. Sementara itu, Wisna mengaku menjual draf dengan harga tinggi dan mencoba memanfaatkan Sarah dengan menjanjikan keuntungan lebih jika membawa Sarah bertemu pembeli secara pribadi, tetapi Pak Andre menolak. Nana datang ke kantor grup Finn yang mewah dan dipertemukan dengan Eric, orang terkaya di kota, yang mencari Sarah. Nana terkejut menemukan draf desain Sarah di kantor Eric, memicu ketegangan mengenai keberadaan dan niat Sarah yang belum jelas.
Episode ini dimulai dengan Pak Eric menegur Nona Nana karena ketidakhadirannya di Hotel Arma semalam, yang membuat Sarah tidak pulang. Nana mengaku lupa karena pikirannya kacau pagi itu dan berjanji akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Untuk itu, Pak Eric memberikan kartu dengan saldo 60 miliar rupiah yang bisa digunakan Nana untuk menikmati berbagai fasilitas mewah Grup Finn. Pak Eric juga memerintahkan Nana pindah malam ini ke rumah barunya di Taman Zest, yang terkenal sebagai 'taman di atas laut'. Di akhir episode, Pak Eric menyatakan akan menggantikan Sara dalam menikmati kekayaan itu, menimbulkan konflik dan ketegangan baru terkait hak dan peranan Nana.
Nana mendapat pekerjaan baru yang memberinya vila untuk tinggal sendiri, namun sahabatnya khawatir karena Eric Finn, CEO Grup Finn tempat Nana wawancara, dikenal sebagai pria mesum yang suka menggoda anak magang dan memiliki banyak korban. Sahabatnya memohon agar Nana tidak pergi ke Grup Finn demi keselamatan dirinya, bahkan memberi uang muka desain sebagai dukungan. Setelah peringatan serius tentang reputasi buruk Eric yang tersebar di media sosial, Nana akhirnya berjanji untuk tidak menerima tawaran kerja di Grup Finn. Namun keputusan ini meninggalkan ketidakpastian soal masa depan karirnya.
Di episode ini, sejumlah staf membicarakan Pak Eric yang terkenal modis tapi dicap mesum karena sering menggoda anak magang, khususnya Nana yang memperingatkan agar tidak terperangkap olehnya. Ketegangan meningkat ketika seseorang berteriak memanggil satpam dan mengancam melapor polisi, namun suasana menjadi kacau saat yang ditangkap justru viral menjadi misteri. Di tengah kekacauan, muncul pertanyaan mengganjal, 'Kenapa dia?', meninggalkan ketidakjelasan tentang nasib Pak Eric dan situasi yang sebenarnya.
Pak Eric mengumumkan pemenang kompetisi desain kepada para peserta yang hadir, mengejutkan mereka dengan memilih seorang wanita yang dianggap tidak pantas oleh beberapa orang karena penampilannya. Meski dikecam dan dicurigai memiliki koneksi khusus, wanita tersebut menerima tawaran untuk mengikuti prosedur orientasi. Ketegangan semakin meningkat saat ada ancaman untuk menuntut jika ia menolak posisi itu, sementara ia sendiri merasa mendapat kesempatan yang sulit ditolak. Episode berakhir dengan niat wanita itu menemui desainer top dunia, Pak Kris, sekaligus berusaha meyakinkan Nana agar tidak marah terkait pekerjaannya di Grup Finn.
Nana menghadapi tekanan saat seseorang memperingatkannya agar tidak bergabung dengan Grup Finn, menganggap Pak Eric bukan orang baik. Nana bertekad membuktikan dirinya dengan usahanya sendiri, meski hubungannya dengan sosok ini mulai renggang karena perbedaan pemikiran dan janji yang diingkari. Di tengah konflik ini, Nana menerima tas imitasi yang ia buat sebagai simbol kemandirian dan tekadnya untuk sukses tanpa bantuan pria. Ia berjanji akan menjadi istri presdir dan meraih kesuksesan, serta menavigasi tantangan baru setelah bergabung Grup Finn, khususnya kesempatan bertemu Pak Kris, yang menandai fase penting dalam perjalanan hidupnya.
Dalam episode ini, Pak Eric menunjuk seorang calon yang tidak mengikuti wawancara secara langsung, memicu kecurigaan adanya cara curang. Di perusahaan, berlangsung kompetisi desain untuk memilih kandidat terbaik yang akan menangani krisis perusahaan dan merancang gaun untuk artis terkenal, Yuna. Nana, tunangan presdir, yang juga belajar desain, diundang khusus oleh Pak Eric untuk ikut kompetisi, menimbulkan ketegangan dengan peserta magang yang merasa tak sebanding kemampuannya. Pak Eric meminta partisipasi dan dukungan satu sama lain sambil membuka peluang, namun ketidakpastian tetap membayangi karena kemampuan Nana diragukan dan tanggung jawab makin berat.
Pak Eric mengkritik rancangan desain terbaru Nana yang masih dianggap kurang sempurna, memicu ketegangan saat Sara ikut mengubahnya tanpa izin, membuat Pak Eric marah dan melarangnya menyentuh karyanya lagi. Konflik internal semakin dalam saat Nana merasa disalahkan, sementara ucapan kasar Pak Eric tentang Nyonya Presdir dan pergulatan Nana yang masih ingin bertemu Pak Kris menambah tekanan dalam hubungan kerja di Grup Finn. Episode berakhir dengan kekhawatiran akan konsekuensi konflik ini pada posisi Nana dan pertemuan yang dilarang dengan Pak Kris, memperlihatkan ketegangan yang belum terselesaikan.
Dalam perjamuan khusus pegawai tetap di Grup Finn, Sara, seorang anak magang, muncul tanpa izin dan menarik perhatian dengan riasan uniknya yang memancing kecemburuan Nana, pegawai lama. Konflik memuncak saat Sara memperkenalkan dirinya sebagai pacar Pak Eric, memicu kemarahan Nana yang merasa terancam dan memerintahkan satpam mengusir Sara. Namun, Sara menolak pergi, menyisakan ketegangan yang belum terselesaikan antara keduanya dan kemungkinan gesekan lebih lanjut terkait hubungan Sara dengan Pak Eric.