Tuan Putri Susi khawatir calon pernikahan akan membantu Raja Perang, lalu menanyakan siapa yang berniat membunuhnya. Perdana Menteri menenangkan Susi dan bahkan mengaku akan membunuh anaknya sendiri jika mengganggu rencana pemulihan negara. Susi menyerahkan giok kalajengking merah kepada Perdana Menteri, yang memberi wewenang mengerahkan pasukan Negara Sati di wilayah Negara Domi. Bergeser ke Nona Mona yang kembali ke halaman kumuh; uang bulanannya dipotong sesuai aturan dan Dayang Winda diingatkan agar tak berbuat jahat. Seorang pelayan berseloroh, "Banyak cara seru yang bisa digunakan." Meninggalkan ketidakpastian tentang langkah Mona berikutnya.