Kak Juan, yang baru turun dari gunung, diejek karena belum tahu WhatsApp dan masih memakai ponsel Noka. Sekelompok pemuda merebut HP-nya, memaksanya bernyanyi dan menjanjikan ganti ponsel, sementara Cindy dan seorang pria membandingkan dia dengan Pak Rian. Suasana memanas ketika salah satu penghina menyebutnya 'barang sampah' dan mengancam akan merusak perangkat, disusul peringatan bahwa pelakunya tak mampu membayar bila benar-benar merusak. Nando memanggilnya 'bro' dan menyinggung auranya, lalu ucapan kutukan terlontar; kerumunan membesar dan ancaman itu tetap menggantung tanpa jawaban.